Senin, Januari 21, 2019

MAWAR HITAM SANG PENCIPTA (Tengah malam 15 Juli 2013)

Oleh Ibnu Dahlan



Apa kabar dirinya mawar hitam tersebut
Yang tertutup angin dan kabut
Ingin hatinya kurebut
Dengan cepat dan kebut

Apa kabar dirinya si kertas putih
Tak tersentuh noda dan buih
Kukejar sampai letih
Yang terasa hanya perih

Apa kabar dirinya sang penakluk ego dan nafsu
Tak terjamah lelah dan lesu
Kugapai dengan sabar selalu
Namun yang kudapat hanyalah malu

Apa kabar dirinya simbol kekuatan
Apa kabar dirinya simbol kesucian
Apa kabar dirinya simbol kesabaran

Dirimu sungguh sempurna
Pujaan para ikhwana
Yang mengejar sebuah tanya
Bagaimana, bagaimana, dan bagaimana?

Engkau tak tersentuh wahai Nur
Engkau menampakkan kabur
Engkau penakluk takabbur
Engkau penghapus rasa kufur

Namun kusadari betapa agungnya penciptamu
Yang membolak-balikkan perasaan pemujamu
Pemilik segala atas dirimu
Dan penerjemah gundah-gulana pemujamu
BENALU JALANAN
Oleh Ibnu Dahlan

Hidup dalam kesalahan
Gelisah menghampiri tiada berkesudahan
Meratapi nasib penuh kesialan
Betapa malang hidup dalam kenistaan

Hidupku tergugus terkikis memalukan
Hilang harga diri menatap kenyataan
Hanya tinggal kesal dan kesedihan
Betapa hidup ini sangat memilukan

Hidupku terjebak dalam lubang kemungkaran
Tertatih aku menempuh jalan kema’rifan
Apa daya yang kudapat kesesatan
Betapa hancur hidup dalam kepalsuan

Hidup terasa hampa hanya kesepian
Yang kurasa hanya kekosongan
Terlepas semua cita dan kenangan
Betapa nista hidup tanpa harapan

Hidupku bangkit melawan kehidupan
Kuraih inspirasi tuk lanjutkan impian
Kucoba berjuang yang kudapat kelelahan
Betapa lemah hidup tanpa pedoman

Perhentian Cinta (15 juni 2015)
Oleh Abdul Akrom

Berawal malu dibalut cinta
Cinta monyet dijadikan alasan
Berakhir sudah perjalanan cinta
Cinta tak terbalas dijadikan alasan

Berlanjut cinta masa remaja
Masa-masa kasmaran bersama si dia
Cinta berakhir menutup kisah
Dikhiniati kekasih malang durjana

Inikah namanya cinta?
Ketika kesetiaan adalah segalanya
Namun takdir merubah segalanya
Ketika cinta mulai bermekaran

Inikah namanya cinta?
Ketika ia bertasbih dalam nama tuhan?
Betapa hancur cinta terasa
Ketika pilihan dijadikan patokan

Cinta bermekaran ditaman kasih
Cinta terpadu dan saling mengisi
Pengorbanan menjadi perhatian
Kepedulian menjadi pembuktian

Namun cinta bukanlah cinta
Jika insan memikirkan diri
Empunya cinta ialah Cinta
Jika insan berserah diri

Batam, Suatu siang (05 Juni 2015)